Tuesday, 10 December 2013

DIY: Natural Makeup dalam 5 Menit

DIY: Natural Makeup dalam 5 Menit


Natural makeup, it is so versatile! Apa pun acaranya dan dimana pun tempatnya, gaya bermakeup yang satu ini bisa Anda gunakan tanpa khawatir penampilan Anda akan telihat menor. Ke kantor, kampus, hanging out with your bestie, maupun acara formal sekalipun Anda tetap bisa menggunakan gaya bermakeup ini Beauty Lovers! Dan pastinya Anda tidak perlu waktu lama untuk natural makeup ini. You can do it in 5 minutes. Tunggu apa lagi, mari kita simak panduan praktis untuk mendapatkan riasan yang natural.
  • Dimulai dengan mempersiapkan wajah yang bersih. Untuk membersihkan wajah, Anda bisa menggunakan foam cleanser, cleanser oil, atau cleansing gel. Perlu Anda ingat, gunakanlah pembersih yang sesuai dengan jenis kulit Anda!
  • Bagi yang memiliki lingkaran hitam di bawah mata, Anda bisa menutupinya dengan menggunakan concealer. Untuk meratakan concealer, gunakan brush atau jari-jari tangan Anda.
  • Untuk mengurangi kilap pada wajah atau ingin mendapatkanmatte looks, sapukan face powder di sekitar hidung, bawah mata, dahi dengan brush atau puff. Tidak perlu menyapukan bedak ke seluruh wajah.
  • Agar mata telihat lebih hidup dan tidak tampak pucat, gunakan eyeshadow yang earthy dengan warna luminous deep brown.Warna ini terlihat natural dan menyatu dengan warna kulit. Agar riasan mata lebih tahan lama dan lebih melekat pada kelopak mata, gunakan cream eyeshadow. Cukup ambil sedikit cream eyeshadowlalu ratakan di kelopak mata Anda.
  • Untuk pipi dan bibir, pilih warna-warna yang soft dan nude seperti warna peach, soft pink. For simple ways, you can use your lip tint for your cheeckbone. Voila! Sekarang, Anda bisa menemukan produk inovasi untuk perona pipi sekaligus untuk mewarnai bibir Anda lho!
  • Untuk mempercantik mata Anda, jepit bulu mata dengan penjepit bulu mata lalu beri mascara pada bulu mata bagian atas dan bawah.
That’s it! The routine can be done in 5 minutes. Jangan lupa selalu bawa face powder, lipstik di dalam tas Anda. (dim)

Lima Mitos Menyesatkan Seputar HIV

Lima Mitos Menyesatkan Seputar HIV



Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan suatu virus yang menyerang kekebalan tubuh. Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit ini memunculkan banyak pemahaman keliru sehingga menimbulkan diskriminasi bagi para penderita HIV. Berikut ini 5 mitos dan anggapan yang menyesatkan mengenai HIV:

1. Penderita HIV berarti penderita AIDS.
Orang yang telah terinfeksi HIV belum tentu menderita AIDS. Penderita HIV berisiko terkena AIDS apabila sistem kekebalan tubuh sudah parah atau ketika sel CD4 dibawah 200. Risiko terjangkit AIDS bagi penderita HIV dapat berkurang jika ia mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat atau dengan menjaga sel CD4 tetap tinggi.

2. HIV dapat menular melalui sentuhan.
Penderita HIV tidak dapat menularkan virus ini kepada orang lain dengan berpelukan, bersalaman, bertukar pakaian, menggunakan handuk yang sama, bersentuhan kulit, maupun melalui keringat. Virus HIV dapat menular kepada orang lain melalui seks bebas tanpa kondom, menggunakan jarum yang sama, melalui transfusi darah, atau membuat tato dan tindik menggunakan peralatan yang tidak steril. Jadi tak perlu khawatir hidup berdampingan dengan penderita HIV.

3. Penderita HIV memiliki waktu hidup singkat.
Penanganan yang tepat dan konsultasi yang teratur dengan dokter dapat membuat penderita HIV menjalani kehidupan normal.  Semakin dini pengobatan yang dilakukan oleh penderita HIV, maka risiko pengembangan virus HIV menjadi AIDS akan berkurang.

4. Mudah untuk mengetahui gejala terjangkit HIV.
Banyak orang tidak menunjukkan gejala HIV selama bertahun-tahun setelah terinfeksi. Namun banyak juga yang menunjukkan gejala dalam 10 hari hingga beberapa bulan setelah terinfeksi. Cara terbaik untuk mendeteksi keberadaan virus HIV dalam tubuh adalah dengan melakukan tes darah.
 
5. HIV dapat disembuhkan.
Penyakit HIV tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan dan penanganan yang tepat akan membuat virus HIV dalam tubuh melemah dan membantu dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.

Gaya Hidup Sehat Lebih Mahal

Gaya Hidup Sehat Lebih Mahal  


TEMPO.COBoston - Bergaya hidup sehat ternyata mahal. Ini merupakan kesimpulan penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open secara online pada 5 Desember 2013. Laporan merangkum 27 hasil riset dari 10 negara yang membandingkan antara biaya untuk hidup sehat dan biaya hidup tidak sehat.
Diet kaya buah, sayuran, kacang dan ikan berbiaya lebih tinggi sekitar US$ 1,5 per orang atau sekitar US$ 550 per tahun, jika dibandingkan dengan makanan yang mengandung daging dan biji olahan, lemak, gula dan makanan sejenis lainnya. Ternyata, proteinlah yang mendorong tingginya biaya makanan sehat ini.
Para ilmuwan menemukan bahwa protein sehat, misalnya satu porsi dada ayam tanpa kulit dan tulang,  29 persen lebih mahal dibandingkan dengan sumber makanan yang kurang sehat seperti nugget ayam goreng.
"Untuk banyak keluarga dengan penghasilan rendah, hal ini bisa menjadi penghalang utama untuk mengkonsumsi makanan yang menyehatkan," kata penulis hasil riset Mayuree Rao seperti dikutip situs Health Day edisi 6 Desember 2013. Rao merupakan peneliti muda di Department of Epidemiology, Harvard School of Public Health, di Boston. Tambahan US$ 1,5 per orang per hari untuk makanan sehat, bagi keluarga berpenghasilan rendah sama artinya dengan kenaikan sekitar US$ 42 per minggu atau sekitar 30 persen dari kebutuhan makan keluarga ini.
Menurut Rao ini berbeda dengan keluarga menengah, di mana US$ 1,5 sebanding dengan harga secangkir kopi.
Menurut Dr. Hilary Seligman, assistant professor of medicine di University of California, San Francisco, makanan sehat menjadi mahal bagi keluarga karena melampaui biaya yang dijatahkan. Ia mencontohkan, keluarga kurang mampu kemungkinan tak punya biaya transportasi untuk pergi ke swalayan besar yang menjual buah-buahan dan sayuran segar. Mereka juga mungkin harus melakukan banyak pekerjaan sehingga tidak punya waktu yang cukup untuk menyiapkan makanan sehat.

Membuat Anggaran Pengeluaran Pribadi

Membuat Anggaran Pengeluaran Pribadi



PADA tulisan sebelumnya, saya mengajak untuk mulai mengevaluasi keuangan, yang pada intinya memeriksa kembali perilaku kita terhadap uang. Kini, mari mulai membuat anggaran pribadi.
 
Bayangkan saat ini Anda sedang dipromosikan menjadi manajer keuangan sebuah perusahaan bernama PT ANDA! Tentu tugasnya mengelola keuangan perusahaan.  Apabila Anda mengelola keuangan perusahaan seperti mengelola keuangan pribadi saat ini, apakah Anda akan memecat diri Anda sendiri? 
 
Sebagai manajer keuangan profesional, Anda tentu memiliki tujuan tertulis, anggaran keuangan terencana, dan target dalam periode waktu tertentu.  Anda harus menentukan kemana uang akan dikeluarkan. Tanpa rencana, Anda tidak akan tahu untuk apa uang tersebut digunakan. 
 
Rencana anggaran bulanan (budget) yang tertulis adalah tujuan keuangan Anda. begitulah yang dilakukan orang sukses. Mereka selalu memiliki tujuan tertulis yang menjadi target untuk diraih. 
 
Setiap bulan sebelum menerima gaji atau pendapatan, buatlah anggaran yang mengatur bagaimana uang akan digunakan. Untuk investasi, kegiatan amal (charity), pengeluaran bulanan, dan semua yang Anda akan keluarkan hingga saldo habis.
 
Memang tidak mudah melakukan hal ini. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, sebuah survei menunjukan bahwa alumni Harvard University -kampus terbaik sejagat-, setelah dua tahun hanya 3 persen yang menuliskan tujuan keuangan mereka setiap bulan. Hasilnya: kesuksesan finansial komunitas kecil itu jauh melebihi yang tidak menulis tujuan keuangannya, yaitu 97 persen.
 
Karena itulah, berapa pun penghasilan yang Anda miliki, lakukan pencatatan anggaran bulanan untuk bulan mendatang. Selain mendisiplinkan uang, hal ini akan membantu untuk mengevaluasi apakah selama ini Anda sudah layak hidup dengan gaya seperti sekarang. 
 
Apakah keinginan Anda melebihi anggaran kebutuhan?  Apakah utang Anda masih dalam batas yang wajar dan sudah maksimal berinvestasi?
 
Cara paling mudah dalam mengatur anggaran Anda, gunakanlah proporsi persentase. Mengelola keuangan adalah seni. Tidak ada aturan baku dalam menentukan besaran persentase setiap pos pengeluaran. 
 
Mereka yang berpendapatan kecil akan memiliki persentase kebutuhan bulanan yang besar. Sebaliknya, jika punya pendapatan besar, seharusnya memiliki porsi investasi lebih besar, bukan porsi utang yang bertambah. Semua ini sangat tergantung dari cara pandang terhadap kondisi finansial.
 
Contoh  membuat anggaran dengan beberapa pos yang harus Anda rencanakan, di antaranya: hadiah/charity 5-10 persen, tabungan (5-10 persen), investasi (10-30 persen), utang (5-30 persen) keperluan rumah tangga seperti listrik, gas, dan lainnya (2-10 persen), makanan (5-20 persen), transportasi (10-15 persen), kebutuhan pribadi (5-10 persen), rekreasi/hiburan (5-10 persen), pakaian (2-7 persen), dan kesehatan (5-10 persen).
 
Angka di atas hanya rekomendasi. Tentu harus disesuaikan dengan kondisi Anda. 
 
Tujuan utama dari membuat anggaran adalah untuk memberikan rasa damai dan menjadi acuan untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan kondisi yang Anda miliki saat ini. Tentu membuat anggaran harus dilakukan SEBELUM menerima gaji/pendapatan rutin.
 
Hal yang tersulit dalam melakukan hal ini adalah melawan diri Anda sendiri untuk segera melakukannya. Ingat, bila ingin memperbaiki kondisi keuangan, Anda perlu membuat perubahan dalam kehidupan Anda sendiri. 
 
Selamat melakukan resolusi di tahun 2014! Have fun(d)!!

9 Cara Mengatasi Lemas-lemas

9 Cara Mengatasi Lemas-lemas


Oleh: dr. Puti Naindra Alevia
Klikdokter.com - Apakah Anda merasa lelah setiap saat? Merasa lelah dan lesu (fatigue)merupakan keluhan yang sering ditemukan terutama pada orang yang menginjak usia pertengahan. Ikuti cara-cara di bawah ini untuk meningkatkan energi kembali.
1. Singkirkan adanya kemungkinan penyakit.
Fatigue merupakan gejala umum untuk banyak penyakit, seperti diabetesanemia, penyakit tiroid, dan sleep apnea. Konsultasikanlah ke dokter bila Anda merasa lelah yang berlebihan. Beberapa obat dapat menyebabkan fatigue, termasuk beberapa obat antihipertensi, antihistamin, diuretik, dan lainnnya.
2. Lakukan aktivitas fisik.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik meningkatkan energi dalam tubuh. Olahraga memperbaiki efesiensi jantung, paru, dan otot. Bahkan berjalan selama 15 menit saja dapat meningkatkan energi tubuh.
 3. Lakukan yoga.
Setelah 6 minggu mengikuti kelas yoga, relawan pada sebuah penelitian di Inggris melaporkan adanya peningkatan energi dan rasa percaya diri.
4. Cukupi kebutuhan air.
Minumlah air dalam jumlah yang banyak dan mencukupi kebutuhan. Karena kekurangan cairan (dehidrasi) menurunkan energi.
 5. Tidur yang cukup.
Rekomendasi The Royal College of Psychiatrist adalah: tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, cukupi waktu tidur Anda dan mandilah dengan air hangat sebelum tidur selama setidaknya 20 menit.
 6. Konsumsi omega-3.
Sebuah penelitian tahun 2009 di Italia menunjukkan bahwa subjek yang mengkonsumsikapsul minyak ikan selama 21 hari merasa lebih kuat dan berenergi.
7. Kurangi lemak tubuh.
Cukupi porsi makan, hindari makanan berlemak, pilih menu yang memiliki nutrisi seimbang sehingga dapat meningkatkan aktivitas fisik.
8. Makan lebih sering.
Makan dalam jumlah lebih sedikit dengan frekuensi lebih sering untuk menstabilkan kadar gula darah, termasuk makanan selingan yang sehat.
9. Kurangi stres.
Lakukan aktivitas seperti mendengarkan musik, membaca, atau berjalan-jalan.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami. Selamat mencoba![](PNA)

Jangan Asal Meminjamkan Uang

Jangan Asal Meminjamkan Uang



KEHIDUPAN sosial kadang membuat kita merasa tak enak hati untuk menolak permintaan sahabat ataupun saudara yang ingin meminjam uang. Apalagi peminjamnya sungguh-sungguh membutuhkan. Masalahnya, salah perhitungan bisa berakibat fatal. Niat baik ingin membantu, malah jadi bencana pada diri sendiri karena rencana keuangan berantakan.

Perencana Keuangan dari MONEYnLOVE, Freddy Pieloor mengatakan, meminjamkan uang harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, dalam rumus perencanaan keuangan, tidak ada alokasi dana yang khusus disediakan untuk meminjamkan.

Kalaupun dalam situasi tertentu Anda terpaksa memberikan pinjaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, periksa kesehatan keuangan Anda. Apakah semua pos kebutuhan sudah terpenuhi. Utamanya, terkait biaya pembayaran utang, belanja sosial, investasi, pendidikan, asuransi, dan belanja rumah tangga.

Jika ada dana lebih, lanjut dia, Anda boleh meminjamkan uang. Dengan catatan, dana tersebut diambil dari biaya tabungan, investasi, atau pos lain yang sifatnya jangka panjang. 

"Sehingga, kebutuhan yang perlu Anda penuhi dalam jangka pendek tidak terganggu oleh pinjaman tadi," ujar Freddy saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Kedua, lanjut dia, perhatikan kemampuan dari pihak yang ingin meminjam. Apakah dia mampu mengembalikan dana yang dipinjam sesuai jangka waktu yang telah disepakati. 

Jika Anda ragu, sebaiknya berikan dalam jumlah yang relatif kecil. Misal, jika ia meminjam Rp 10 juta dan dalam perkiraan Anda dia hanya mampu mengembalikan Rp 2 juta, berikan dalam jumlah yang paling mungkin dikembalikan.

"Ini bisa sedikit mengurangi risiko uang Anda lenyap dan tidak kembali," papar penulis buku "Bangun Kekayaan Sejak Belia" tersebut.

Selanjutnya, kata dia, pastikan uang yang akan dipinjam benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang bermanfaat. Misal, untuk biaya sekolah atau pengobatan rumah sakit. Jangan sampai, uang pinjaman malah digunakan untuk keperluan konsumtif.

"Jangan lupa, saat memberikan dana pinjaman libatkan orang ketiga sebagai saksi guna mengantisipasi kemungkinan pihak peminjam mengelak dan mengaku tidak pernah meminjam uang kepada Anda," ungkap peraih gelar Certified Financial Planner (CFP®) dari dari Institute Financial Planning Indonesia (IFPI) tersebut.

Kemudian, kata Freddy, upayakan ada tanda bukti dalam kegiatan pinjam meminjam tersebut. Minimal disertai dengan kuitansi atau lembar bukti transfer sebagai penguat. Namun, akan lebih baik jika dilengkapi dengan surat perjanjian peminjaman uang sebagai bukti sah telah terjadi perikatan antara dua belah pihak.

Terakhir, dia menyarankan untuk minta barang jaminan sebagai tanda kesungguhan pihak peminjam berniat mengembalikan utangnya. Kalaupun pada akhirnya uang tidak dikembalikan, Anda masih memiliki barang yang bisa dijual sebagai pengganti.

Hal ini memang terkesan sangat rumit, tapi cukup efektif demi mengantisipasi kemungkinan uang Anda tidak dikembalikan. "Kalau dia pinjam dan tidak dikembalikan akhirnya merusak tali silaturahmi," katanya.

Sebaliknya, jika tidak beri pinjaman juga bisa mengganggu hubungan baik. “Makannya, lebih baik agak rumit sebelum meminjamkan daripada akhirnya uang Anda tidak kembali dan silaturahmi jadi rusak," tandas Freddy.

10 Tips Atasi Susah Tidur

10 Tips Atasi Susah Tidur

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia
Klikdokter.com – Hidup di kota besar, waktu habis di jalan. Tiba di rumah malam hari dan harus berangkat lagi setelah subuh agar tidak terjebak kemacetan. Sayangnya kadang sulit untuk mendapatkan jam tidur yang cukup karena tidak bisa tidur.  Berbagai macam faktor dapat mempengaruhi masalah insomnia. Ikuti 10 tips di bawah ini agar mudah terlelap di malam hari.
1. Buat jadwal tidur yang teratur.
Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya akan memprogram tubuh untuk tidur lebih baik.
2. Buat lingkungan tidur yang baik.
Jaga kamar tidur setenang dan segelap mungkin. Suhu kamar tidak boleh terlalu dingin atau panas. Temperatur, pencahayaan dan suara sebaiknya dikontrol sehingga lingkungan tempat tidur membantu untuk mudah terlelap dan tidak terjaga pada dini hari.
3. Pastikan tempat tidur nyaman.
Sulit untuk tidur pada tempat tidur yang terlalu lembut atau terlalu keras, atau yang terlalu kecil.
4. Berolahraga teratur.
Lakukan olahraga secara teratur seperti renang atau berjalan. Jangan melakukan olahraga yang terlalu berat dekat dengan jam tidur.
5. Kurangi kafein.
Kurangi stimulan seperti kafein pada teh dan kopi, terutama pada malam hari. Efek kafein dapat bertahan hingga 24 jam dan dapat menganggu proses tidur serta mencegah tidur dalam. Minumlah susu hangat sebagai gantinya.
6. Jangan makan atau minum alkohol berlebihan pada malam hari.
7. Jangan merokok.
Perokok lebih sulit tidur, terbangun lebih sering, dan tidurnya lebih sering mengalami gangguan.
8. Coba rileks sebelum tidur.
Mandi dengan air hangat, dengarkan musik yang pelan, lakukan yoga.
9. Buat daftar hal-hal yang harus dilakukan esok harinya.
Luangkan waktu sebelum tidur untuk menulis hal-hal yang harus dilakukan pada pagi harinya untuk mencegah Anda melakukannya di tempat tidur sehingga tidak dapat tidur.
10. Bila tidak dapat tidur, jangan bertahan di tempat tidur.
Bangun dan lakukan aktivitas yang membuat santai hingga mengantuk kembali.
Kebiasaan tidur yang baik dapat mengurangi kurangnya energi pada siang hari, membuat kerja lebih semangat dan efektif. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami. Selamat tidur sehat![](PNA)