Sunday, 28 July 2013

10 Profesi Ini Akan Punah Sebelum Tahun 2020

10 Profesi Ini Akan Punah Sebelum Tahun 2020


Kemajuan teknologi terus tumbuh. Setiap tahun ada sistem rekayasa terbarukan, dan yang lama ditingkatkan untuk membuat hidup lebih mudah bagi kebanyakan orang. Namun, penghargaan ini memiliki sisi lain (negatif), modernisasi aktif mengarah ke kepunahan sejumlah profesi, dan tren ini tidak dapat membantu, para ahli percaya akan hal itu. 

Badan Inisiatif Strategis (ASI) telah menganalisis pasar tenaga kerja yang akan punah di masa depan. Inilah 10 Profesi yang akan punah sebelum tahun 2020 menurut ASI.

1. Petugas Perpustakaan

Profesi seperti pustakawan dan tukang arsip, dalam waktu dekat tidak akan ada lagi karena pesatnya perkembangan jaringan Internet, pengguna dari mana saja dan kapan saja di dunia dapat mengakses informasi di dunia maya (internet). 

2. Copywriter

Diprediksi setelah tahun 2020 profesi copywriter, program komputer modern yang terhubung ke database yang berbeda dengan bahan tekstual (manifesto, karya ilmiah, fiksi, dll), mampu menghasilkan artikel dalam genre tertentu. 

3. Agen perjalanan

Setiap tahun wisatawan dari seluruh dunia memilih untuk mengatur perjalanan mereka sendiri, tidak hanya menghemat uang tetapi juga waktu,  pemesanan tiket sebuah hotel atau maskapai penerbangan sehari bisa sekitar sejam tanpa meninggalkan kantor atau dari rumah. 

4. Penulis Huruf Steno (stenografer)

Teknologi modern pengenalan suara dan ucapan ke teks banyak digunakan saat ini.  Para ahli memperkirakan bahwa selama tiga tahun ke depan, pengembangan sistem tersebut akan menghasilkan penggunaan perangkat lunak untuk menguraikan kerja suara sepenuhnya menggantikan stenografer (penulis huruf steno). 

5. Dosen Pembimbing Mahasiswa

Teknis kemajuan dan staf dosen akan punah dan sesungguhnya informasi yang berguna dapat ditemukan secara online. Selain itu, banyak universitas terkemuka di dunia sekarang menawarkan kursus online (kadang-kadang bahkan gratis!). Para ahli mencatat bahwa penulisan karya ilmiah akhir (skripsi) akan mengurangi motivasi dan secara tidak sengaja mahasiswa kemungkinan akan kehilangan beberapa informasi penting. 

6. Tukang pos
tukang pos
Korespondensi (surat menyurat) secara virtual (maya) melalui Internet hanya memerlukan beberapa detik untuk mengirim surat, pesan singkat dan salinan dokumen, dan benar-benar gratis. Namun, para ahli percaya bahwa profesi tukang pos memiliki kesempatan untuk ada, dan nilai masa depan layanan mereka akan jauh lebih mahal daripada sekarang.

7. Operator Lift

Sistem rekayasa untuk perbaikan dan pemeliharaan peralatan lift semakin otomatis, dan perangkat kontrol cerdas masa depan sepenuhnya akan menggantikan operator lift

8. Operator call center

Pergantian operator call center, sekarang hampir semua perusahaan menawarkan klien mereka untuk berkomunikasi pertama dengan mesin penjawab, dimana Anda dapat memecahkan sejumlah masalah tanpa keterlibatan pusat data, misalnya, memblokir kartu kredit. Sampai tahun 2020, operator telepon akan sepenuhnya digantikan oleh software-komunikator. 

9. Pekerja Penagih Tiket

Pekerja Penagih tiket  akan tidak ada lagi setelah 2018, tenaga mereka akan digantikan scanner otomatis yang akan mengidentifikasi informasi apapun, mulai dari tiket teater  tiket pesawat.  Scanner ini akan dipasang di pintu masuk stasiun kereta api, bandara, bioskop, kompleks olahraga dan tempat-tempat lain.

10. Tukang Jahit

Pengembangan printer 3D murah akan mengarah pada fakta bahwa orang-orang akan dapat memproduksi pakaian dan sepatu di rumah, oleh karena itu, tukang jahit akan kehilangan pemesanan dan fungsi profesi sepenuhnya digantikan oleh teknologi baru.

Namun, keterampilan menjahit di masa depan akan ada permintaan, para ahli percaya bahwa tukang jahit akan diminta untuk membuat hal-hal yang eksklusif dan mahal.

Bukan sebuah epilog 

Para pakar yang menyusun daftar profesi langka, menekankan bahwa penelitian mereka tidak memakai karakter fantastis. Ada contoh di mana banyak kemajuan teknologi yang "membunuh" sebuah pekerjaan tertentu. 

Coba Anda membandingkan produksi industri hari ini dan abad 60-an yang lalu, kita dapat melihat bahwa lima puluh tahun yang lalu di perusahaan-perusahaan sebagian besar menggunakan tenaga manual atau manusia. Sekarang sistem mesin modern telah memotong beberapa  tenaga manusia yang mencapai 90%, dengan kata lain, orang mulai bergerak menjauh dari produksi yang kompleks.

Friday, 26 July 2013

MAKALAH KEADAAN PEREKONOMIAN SEBELUM DAN SESUDAH DIANGKAT MENJADI RASUL NABI MUHAMMAD SAW DI MAKKAH DAN MADINAH

MAKALAH KEADAAN PEREKONOMIAN SEBELUM DAN SESUDAH DIANGKAT MENJADI RASUL NABI MUHAMMAD SAW DI MAKKAH DAN MADINAH

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang mana berkat limpahan rahmat, hidayah dan inayah­-Nya, kami dapat merampungkan makalah ini. Walaupun banyak hal yang harus ditempuh sebelumnya, namun hasil akhirnya begitu membanggakan kami secara pribadi. Dengan berbagai keterbatasan baik pengetahuan dan referensi, kami buat makalah ini dengan mengedepankan objektivitas.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai peletak peradaban Islam. Karena kegigihan perjuangan beliau lah kita dapat menikmati kecerahan Islam dari sebelumnya dunia yang penuh kegelapan amoral. Shalawat dan salam juga semoga tercurahkan kepada sahabat dan kerabat beliau yang telah membantu perjuangan penyebaran cahaya Islam di seantero jagat.
Terakhir kali, kami ucapkan banyak terimakasih kepada Dosen pengajar dan teman-teman yang telah ikut berpatisipasi baik aktif maupun pasif dalam merampungkan makalah ini. Mereka yang memberikan pengarahan dan sumbangan pemikiran juga mereka yang memberikan bantuan baik material atau moral.
Dalam makalah ini kami mencoba memaparkan sejarah pendidikan ekonomi Rasulullah yang telah mengantarkan beliau pada kesuksesan di tengah kemiskinan. Bagaimana beliau yang tanpa modal materi sanggup merubah keadaan dalam sejarah. Beliau sebagai teladan umatnya dalam segala hal baik kepemimpinan, keagamaan dan sosial ekonomi rasanya perlu dikaji ulang mengingat umat Islam sendiri yang mulai banyak yang meninggalkan jalan yang beliau tempuh. Banyak di antara umat Islam yang gampang putus asa sebagai kaum pinggiran dan melupakan sosok suritauladan mereka yang gigih dan tidak pernah menyerah dalam segala hal. Di sini kami menarik kembali pelajaran-pelajaran praktis Nabi dengan mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kejelasan dan penyesuaian.
Sebagai manusia yang tidak lepas dari lupa dan salah, alam makalah ini tentunya banyak ditemukan berbagai kesalahan dan kelalaian. Baik kesalahan atau klalaian dari segi teknis, nalisis atau historis yang disajikan. Maka dari itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dalam kesempurnaan makalah ini sangat kami harapkan. Dan harapan kami semoga makalah ini membawa kemanfaatan bagi para pembaca. Amiin
Surabaya, 24 April 2012

Penulis



Daftar Isi

Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3
PNDAHULUAN
A.                  Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
B.                  Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
C.                  Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  4
PEMBAHASAN
A.                  Kondisi Sosial Ekonomi Kota Makkah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
B.                  Pendidikan Ekonomi Rasulullah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
C.                  Rasulullah Mencapai Kesuksesan Dagang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
PENUTUP
A.                  Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .12
DAFTAR PUSTAKA  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13



PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Rasulullah adalah sosok spektakuler yang sukses dalam segala bidang. Beliau bukan hanya sebagai seorang Nabi atau pemimpin agama. Tetapi lebih dari itu, beliau juga sebagai pemimpin masyarakat, panglima perang dan pengusaha yang sukses pada waktu itu. Tidak salah lagi kalau Allah menyebutkan dalam firman-Nya bahwa Nabi Muhammad adalah tauladan yang baik. Bukan hanya dalam keagamaan beliau patut diteladani. Tetapi juga dalam urusan sosial kemasyarakatan, rumah tangga, kepemimpinan, kewirausahaan dan dalam segala hal. Hal ini tidaklah berlebihan jika melihat kredibilitas beliau yang dapat dilacak dalam sejarah.
Sudah menjadi rahasia umum tentang latar belakang keturunan dan keadaan ekonomi keluarga beliau. Meskipun para pendahulunya menduduki kelas ekonomi teratas bangsa Arab, namun keluarga beliau tergolong kelas bawah (miskin). Bahkan beliau menjadi yatim piatu pada usia dini tanpa ada peninggalan harta yang cukup dan hanya bisa numpang pada keluarga-keluarga lain mulai dari kakek dan pamannya.
Sebagaimana di atas, kemiskinan sudah melekat pada diri Rasulullah sejak kecil. Namun, hal ini tidak lantas membuat beliau patah semangat dan termarginalkan di tengah-tengah masyarakat Mekah yang keras. Beliau justru memiliki kemauan keras untuk berubah dan belajar mandiri sejak kecil. Bagaimanakah beliau menjadi orang yang sukses dalam segala bidang di tengah-tengah keterpurukan ekonomi?. Hal ini memberikan ketertarikan tersendiri bagi kami untuk menelusuri sejarah beliau khususnya terkait dengan perekonomian dan cara-cara atau sistem ekonomi yang beliau terapkan.
B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami akan mencoba memaparkan sedikit banyak tentang sejarah Rasulullah dalam menjawab soal-soal sebagai berikut:
1.      Bagaimana kondisi sosial ekonomi kota Makkah sebelum Rasulullah lahir?.
2.      Bagaimana pendidikan ekonomi Rasulullah?.
3.      Bagaimana Rasulullah mencapai kesuksesan dalam berdagang?
C.     Tujuan
Setelah membaca makalah ini, diharapkan pembaca dapat mengambil pelajaran dari sejarah Rasulullah khususnya terkait dengan:
1.      Kondisi sosial ekonomi kota Makkah sebelum Rasulullah lahir.
2.      Pendidikan ekonomi Rasulullah.
3.      Rasulullah mencapai kesuksesan dalam berdagang.



PEMBAHASAN

A.                  Kondisi Sosial Ekonomi Kota Makkah
Kondisi sosial masyarakat Makkah dan Bangsa Arab pada umumnya sangat amburadul. Peperangan dan sukuisme menjadi trand masyarakat kala itu. Tidak ada undang-undang tertulis atau norma yang berlaku di antara suku-suku selain pembalasan dendam sebagai perlindungan. Nyawa harus dibalas dengan nyawa dan peperangan tidak bisa terelakkan.[1] Mereka yang kuat akan berkuasa, sedangkan mereka yang lemah termarginalkan dari kancah sosial. Perdagangan manusia atau perbudakan menjadi hal yang biasa khususnya bagi mereka para tawanan perang.
Pada waktu itu, perempuan tidak mendapat tempat dalam kancah sosial kemasyarakatan. Mereka juga dianggap sebagai sebuah kekayaan keseluruhan suku dan tidak memiliki hak untuk melepaskan diri dari kelompok. Bahkan bayi-bayi perempuan yang mencerminkan kelemahan (menurut mereka) akan dikubur hidup-hidup sebagai aib keluarga. Dalam peribahasa mereka dikatakan “Membunuh anak perempuan adalah suatu kebaikan,” dan “menguburnya adalah suatu tindakan mulia”. Mereka sangat takut akan kemiskinan dan membiarkan perempuan hidup berarti akan membiayai ekonomi mereka setelahnya sehingga harus dibinuh.[2]Dapat dibayangkan nasib perempuan dan golongan lemah seandainya hal tersebut terus berlangsung sampai sekarang. Mereka akan punah dan yang lemah akan mati tragis perlahan-lahan. Sedangkan mereka para predator hanya tertawa di atas kekuasaanya.
Secara geografis, Makkah terletak di garis lalu lintas perdagangan antara Yaman dan Syam dekat Lautan Tengah. Makkah menjadi pusat perdagangan dimana para pedagang dari berbagai penjuru bertemu dan berinteraksi di sana. Para pedagang dari kawasan Laut Tengah, Teluk Persia, Laut Merah dan Jeddah bahkan dari Afrika bertemu di sana. Di sanalah pusat uang dan barang dagangan pada waktu itu. Pertukaran barang dagangan bahkan perdagangan uang terjadi di sana. Prinsip-prinsip komersialisme berkembang di sana mengikis pandangan kesukuan yang berlaku di Arab. Pengembangan kepemilikan dan usaha pribadi menjadi kebudayaan baru dengan usaha memperbanyak keuntungan walau dengan kecurangan.[3] Hal ini berbeda dengan suku Badui yang tinggal di pedalaman dan hidup berpindah-pindah. Mereka terbebas dari pengaruh kota dan masih dapat menghirup angin segar gurun.
Tidak jauh beda sebagaiman di atas, kondisi ekonomi masyarakat Makkah. Mereka yang kaya memeras yang lemah dan melakukan monopoli. Mereka menganut sistem kapitalis (istilah sekarang). Dalam praktik ekonomi, riba menjadi hal yang biasa. Mereka menjadi rentenir yang lemah dan menggandakan nilai atau nominal uang dalam pinjaman. Para rentenir meminjamkan uangnya dengan tingkat bunga yang tinggi, dan ketika si peminjam tidak mampu mengembalikan pada hari yang ditentukan, maka uang tersebut akan dilipat gandakan dan begitu seterusnya. Jika tidak membayar uang pinjaman dan bunganya, pemberi pinjaman terkadang mengambil hak atas istri dan anaknya.[4] Akibatnya golongan lemah semakin tertindas dan tidak dapat berkembanga, sementara mereka tertawa ria di atas kemiskinan yang lain dan memerasnya. Begitulah kondisi sosial ekonomi kota Makkah sebelum Islam datang.
B.                  Pendidikan Ekonomi Rasulullah
Dalam sejarah kepengasuhan Rasulullah, pada waktu kecil beliau disusui Halimah salah seorang dari keluarga Baduwi yang hidup di desa. Masa keci beliau dihabiskan di padang pasir bersama keluarga ibu susunya. Beliau terhindar dari infeksi kota Makkah dan mengawali hidup bersih, sehat dan bebas di desa. Keramaian kota dan carut marutnya tidak dapat mengusiknya. Beliau ikut keluarga ibu susunya yang nomaden dan penggembala. Lingkungan membentuk kepribadian dan fisik  kuat beliau dan memberi pengetahuan tentang penggembalaan dan lainnya.
Setelah beberapa tahun diasuh Halimah, beliau dikembalikan kepada keluarganya di Makkah. Beliau tidak lama bersama ibunya, karena tidak lama Aminah (ibu Nabi) sakit keras dan wafat. Selanjutnya beliau diasuh kakeknya Abdul Muthalib dan berpindah pada pamannya Abu Thalib ketika berumur delapan tahun menjelang kakeknya wafat. Meskipun Abu Thalib miskin, namun beliau sangat sayang pada Nabi sebagai keponakannya yang yatim piatu. Begitulah masa kecil Nabi yang penuh dengan duka ditinggalkan orang-orang terdekat yang beliau sayangi. Pengalaman melatih beliau mandiri dan membentuk karakter yang kuat. Beliau yang sabar dan terbiasa dengan masalah hidup terus maju tanpa kenal putus asa dalam merubah nasibnya.
Pada waktu Nabi diasuh pamannya Abu Thalib, beliau sudah menginjak dewasa di dunia dagang Makkah. Maka beliau harus  tahu tentang perawatan dan penangkaran unta sebagai hewan kebanggaan orang padanga pasir, alat transportasi istimewa. Sebagian besar pengetahuan tentang unta sudah beliau kuasai secara instingtif, berawal dari berbagai pengalaman beliau sejak bersama suku Badui. Hal-hal yang terkait dengan unta mulai dari makanan yang cocok, cara menaikkan beban dengan baik, memintal tali dan semua yang terkait dengan perdagangan yang membutuhkan unta memang harus dikuasai dalam menentukan langkah selanjutnya di perdagangan. Itulah langkah awal Nabi sebelum benar-benar terjun dalam perdagangan. Pengetahuan tentang unta menjadi hal yang paling dasar baik dalam peperangan, perdagangan dan lainnya sebagai satu-satunya transportasi padang pasir yang dapat diandalkan.
Setelah pengetahuan tentang management unta, tidak kalah pntingnya mengetahui padang pasir. Hal ini terkait dengan rute dagang, jalur yang aman dari perampok dan yang tidak aman, tempat rumput dan oase yang tidak dalam kekuasaan suku lain, cuaca dan lainnya yang sangat terkait dengan perdagangan. Pengetahuan tentang padang pasir merupakan peta dalam menjalankan perjalanan dagang yang aman. Kalau sekarang dapat dibahasakan dengan mengetahui sasaran lokasi dagang, lingkungan dan peta daerah tersebut juga terkait dengan kebiasaan penduduk dalam kerja dan waktu istirahatnya. Selain itu juga terkait dengan akses pedagang lain ke daerah tersebut, berapa jumlah pesaing dan bagaimana sistem mereka. Cuaca memberi tahu kebutuhan musiman dan persiapan pedagang sendiri dalam menanggulanginya.
Pendidikan dagang Nabi lebih bersifat praktis, beliau terjun langsung di lapangan menyertai pamannya Abu Thalib. Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa pertama kali beliau menyertai Abu Thalib dalam kafilah dagang dari Makkah ke Syria pada usia sembilan tahun. Dan dalam sumber lain disebutkan beliau sudah berumur dua belas tahun kala itu. Kalau dilihat dari sejarahnya, beliau lebih lama menjadi pedagang dari pada menjadi pemimpin dan penyebar Islam yang berawal pada usia empat puluh tahun. Sementara beliau menjadi pedagang sekitar duapuluh delapan tahun.[5] Dari sini dapat diketahui begitu lama beliau menjadi pedagang dan sukses dalam segala hal. Begitu lama beliau berproses tanpa kenal putus asa dalam mencapai kesempurnaan.
Ketika menyertai pamannya, Nabi Muhammad banyak melihat dan mendengarkan berbagai putaran konsultasi dan diskusi di mana pamannya ambil bagian. Beliau mulai mengenal rute, komunikasi dengan konsumen, bagaimana memperlakukan unta juga bersikap dan berbagai hal terkait perdagangan yang diperankan pamannya dan kafilah dagangnya. Beliau yang terjun langsung dan sesekali membantu Abu Thalib lebih mudah memahami seluk beluk dagang daripada berkutat dengan teori-teori tanpa ada praktik di lapangan. Bagaimana pamannya menjalin kerjasama dengan rekan-rekannya, bagaimana dia menawarkan barang dan memilih barang dagangan dan seterusnya. Tidak ada yang lebih efisien dalam pendidikan ini kecuali terjun langsung dan terlibat di dalamnya. Di sini seseorang akan lebih mudah memahami dan konsultasi langsung.
Dalam perjalanan menyertai Abu Thalib, secara tidak langsung sebenarnya Nabi telah mengikat relasi dagang dengan mereka yang melakukan transaksi dengan kafilah tersebut. Nabi mulai kenal dan diperkenalkan dengan mereka untuk langkah selanjutnya. Beliau telah memiliki modal jaringan dagang dan pengalaman. Selain itu, beliau juga kenal dengan berbagai macam barang dagangan dan warna-warninya. Bahan-bahan dan asal barang tersebut juga dimana saja pasarannya. Hal ini sangat berguna dalam membentuk jiwa slektifitas barang dagangan, memilah milih atau menidentifikasi yang baik di antara yang tidak asli. Beliau juga mengenal harga, baik harga pasaran dan harga kulak (grosir). Bagaimana melakukan tawar menawar dan menjual barang dengan harga yang tidak mengecewakan. Bagaiman mendapatkan barang dengan harga yang diharapkan. Dan banyak hal lain yang dapat beliau petik dalam perjalanan bersama pamannya. Beginilah apa yang beliau jalani sebelum benar-benar terjun dalam perdagangan dengan memegang tanggungjawab penuh.
C.                  Rasulullah Mencapai Kesuksesan Dagang
Kemampuan dagang Nabi Muhammad mulai diakui dengan pemberian kepercayaan pedagang kaya Siti Khadijah kepada beliau sebagai pemimpin kafilah dagangnya yang bertolak ke Syiria. Di sini beliau yang baru berumur 25 tahun ditemani Maisaroh pembantu Siti Khadijah. Beliau melewati rute yang pernah dilalui sebelumnya ketika ikut pamannya Abu Thalib. Semuanya tidak asing lagi seakan beliau orang yang sangat berpengalaman pada tugas pertamanya.
Beliau melakukan perdagangan dengan bijaksana dan penuh rasa tanggung jawab. Tidak seperti orang-orang Makkah pada umumnya yang penuh kecurangan dalam memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Sehingga setelaah pulang beliau membawa keuntungan yang lebih besar dari biasanya dan barang-barang yang dibutuhkan untuk diperdagangkan kembali di Makkah. Ada banyak hal yang membuat beliau sukses dalam berdagang, di antaranya adalah;
1.                   Menguasai lokasi atau seluk beluk pasar
Pengetahuan akan rute dan tempat-tempat yang cocok dengan barang dagangannya merupakan langkah awal dalam memulai bisnis atau wirausaha. Di sini seseorang bisa membaca kecenderungan masyarakat setempat dan jumlah pesaing dari apa yang direncanakan. Sehingga usahanya lebih progresif dan mudah berkembang. Nabi sebelum menjadi penanggung jawab kafilah dagang Khadijah, sudah mengetahui rute dagang dan lokasi-lokasi pasaran yang menjanjikan ketika menyertai pamannya. Mereka yang tidak menguasai lokasi dan seluk beluk pasar akan mudah tertipu dab tidak lama lagi gulung tikar.

2.                   Selektif dalam komoditas atau kebutuhan konsumen
Mereka yang terjun dalam bisnis atau wirausaha harus selektif dalam memilih komoditas yang akan diperdagangkan. Barang apa yang cocok dan diminati masyarakat yang menjadi target pasarannya. Selain itu, hal ini juga terkait dengan jenis dan macam komoditas. Di pasaran, banyak ditemukan barang yang sama dengan kualitas berbeda yang sering merusak pasaran bagi mereka yang tidak mengerti. Seorang pedagang harus tahu itu dan dapat membuktikan dalam memperoleh kepercayaan konsumen. Hal ini sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kekecewaan. Nabi ketika kembali ke Makkah setelah memimpin kafilah dagang Khadijah benar-benar membawa barang yang dibutuhkan dan sekiranya laku dijual di Makkah dengan menyeleksinya terlebih dahulu. Hal ini bisa dilihat dalam perdagangan dupa sebagai komoditas dagang bangsa Arab waktu itu.[6]
3.                   Leadership
Leadership atau kepemimpinan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan bagi seorang wirausahawan dalam bekerjasama dengan bawahannya. Mereka harus lebih tegas dalam segala keputusannya. Sehingga wirausahanya dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan disegani baik dalam kelompok dan masyarakat. Nabi memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Beliau yang sebelumnya seorang penggembala sudah terlatih tersendiri. Seorang penggembala mengarahkan gembalaannya dan menjaganya agar tidak diterkam binatang buas juga tidak memasuki kawasan orang lain.
4.                   Komitmen
Seorang wirausahawan yang sukses harus memiliki komitment, dia jujur dan tidak menutup-nutupi. Sehingga konsumen tidak merasa dirugikan dan mau melakukan bisnis dengannya. Mereka yang tidak berkomitmen akan dijauhi dan hanya memperoleh untung satu kali. Nabi yang mendapat julukan Al-Amin sudah tidak diragukan lagi. Semua orang senang berbisnis dengan beliau, tanpa takut dirugikan. Tidak seperti bangsa Arab jahiliyah yang suka mempraktikkan riba dan memonopoli dagang. Mereka hanya mengeruk keuntungan sendiri dengan mengeksploitasi kaum lemah. Akibatnya mereka tidak disenangi.
5.                   Service yang baik pada customer
Pepatah mengatakan “Pembeli adalah raja”. Seorang penjual yang ingin usahanya berkembang harus memberikan pelayanan yang baik bagi cutomernya seakan-akan mereka adalah raja. Di sini mereka akan tertarik dan senang bertransaksi dengannya. Bahkan secara tidak langsung, mereka akan mengiklankannya atau mengajak rekan-rekan lainnya untuk melakukan transaksi. Sehingga jarinagn dagang semakin luas dengan sendirinya di samping usaha-usaha lain. Di sinilah keuntungan memberikan pelayanan yang baik dalam mempertahankan dan memperbanyak konsumen. Mereka yang diacuhkan akan menghindar bahkan tidak kembali lagi. Hal ini dipraktikkan Nabi dalam menjalankan dagangnya. Beliau selalu bersikap sopan dan perhatian terhadap semua yang datang.
6.                   Keterampilan komunikasi
Komunikasi yang baik menjadi senjata tersendiri dalam dunia bisnis. Mereka yang pandai mengkomunikasikan barang dagangannya atau lainnya dengan kata-kata persuasif dan tetap berpijak pada komitmennya dapat menarik pembeli. Inilah senjata para pedagang atau pebisnis selain iklan dan lainnya. Namun di sini tetap harus memperhatikan kaidah-kaidah komunikasi atau etika dagang. Mereka tidak boleh mengada-ngada, kecuali akan menyesal pada waktu yang tidak terduga.
7.                   Bekerja keras
Tidak dapat disangkal dalam mencapai kesuksesan baik dalam usaha dan lainnya seseorang  dituntut bekerja keras dan tidak mudah putus asa. Kegagalan adalah pelajaran untuk langkah selanjutnya, dan semua orang mempunyai jatah untuk gagal. Nabi meskipun dari keluarga yang miskin dengan kerja kerasnya dan semangatnya akhirnya menjadi orang yang sukses. Modal beliau adalah kepercayaan yang dipegang dengan tidak menyalah gunakannya. Sebelum kerja keras, seorang pebisnis atau wirausahawan harus memiliki target yang tinggi untuk memotofasinya dan sebagai parameter pencapaian. Sehingga mereka terus berpacu tanpa lelah dalam mengejar target dan terus meningkatkan kerja kerasnya.
8.                   Bersih atau berpenampilan menarik
Dalam menarik minat konsumen, penampilan juga sangat berpengaruh. Mereka yang berpenampilan menarik, bersih akan disenangi konsumen. Konsumen tidak merasa bosan saat berinteraksi dan merasa nyaman. Kalau penampilannya saja sudah kotor, mereka tidak akan memberi kesan dan membosankan. Sebelum lenih jauh melakukan interaksi, seseorang akan melihat penampilan terlebih dahulu. Nabi selalu menjaga kebersihan, selalu tampil rapi dan memakai wewangian. Bahkan hal itu disunahkan dalam Islam setelah kenabian.
9.                   Disiplin dan pandai membagi waktu
Seorang wirausahawan atau pebisnis juga harus disiplin dan pandai membagi waktu dalam mencapai kesuksesan. Jika tidak, tugas mereka akan menumpuk dan bisa kalah saing dengan yang lain. Mereka yang tidak disiplin bisa mengecawakan konsumen, bahkan kehilangannya. Kedisiplinan di sini sangat menentukan dalam dunia usaha. Hal ini dapat terasa ketika ada perubahan cuaca mendadak dan menghindarnya konsumen. Nabi yang hidup di padang pasir sangat memperhatikan itu. Angin gurun dan sindikat penyamun bisa saja datang tiap waktu, sehingga beliau benar-benar mengatur waktu dalam kelancaran dagangnya.
10.               Kerjasama
Kerjasama sangat dibutuhkan dalam usaha kolektif atau sebuah instansi. Hal ini sangat terkait dengan pengusaha besar-besaran khususnya. Tidak ada hal yang lebih baik dari hasil kerjasama dengan rekan kerja, baik itu atasan atau bawahan. Dengan kerjasama, masalah yang besar bisa menjadi ringan. Hal ini diterapkan Nabi, apa lagi mengingat perjalanan jauh beliau dari Makkah ke Syria dengan transportasi yang tidak kayak sekarang. Selain bekerjasama dengan para rekan, beliau juga bekerjasama dengan kafilah-kafilah lain. Khususnya terkait keselamatan dalam perjalanan di tengah padang pasir yang sarat dengan penyamun atau perampok gurun.

Berbagai hal di atas banyak beliau peroleh dari pengalaman hidup beliau dari kecil, semenjak beliau bersama ibu susunya Halimah di antara para Baduwi. Suku Badui yang tinggal di pedalaman dan terbebas dari pengaruh kota  Makkah. Mereka hidup berpindah pindah sebagai penggembala. Di sini Muhammad mendapat banyak pengalaman baik terkait kebudayaan asli arab, padang pasir dan unta. Persatuan dan kerjasama yang terjalin di antara anggota suku, musyawarah suku, kekeluaragaan dan status wanita Baduwi memberi pengalaman tersendiri bagi beliau.[7]
Setelah diasuh Halimah, Muhammad dikembalikan ke keluarganya. Kemudian beliau diasuh ibunya Aminah, kakeknya Abdul Muthalib dan terakhir pamannya Abu Thalib setelah ibu dan kakeknya wafat. Ketika diasuh Abu Thalib, beliau menyertai pamannya Abu Thalib dalam kafilah dagang dari Makkah ke Syria. Di sana beliau dapat mengambil banyak pelajaran terkait dengan seluk beluk dagang, lokasi transportasi dan relasi dengan terjun langsung di dalamnya. Setelah menjadi Nabi, beliau yang ma’shum menggabungkan pengalaman yang diperoleh dengan nilai-nilai Islam dan keluarlah hadits-hadits terkait dengan dagang (bisnis) sebagai teori atau acuan umatnya setelah alquran.



PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bangsa Arab pada umumnya sebelum kedatangan Islam sangat amburadul. Peperangan dan sukuisme menjadi trand masyarakat kala itu. Tidak ada undang-undang tertulis atau norma yang berlaku di antara suku-suku selain pembalasan dendam sebagai perlindungan. Nyawa harus dibalas dengan nyawa dan peperangan tidak bisa terelakkan. Mereka yang kuat akan berkuasa, sedangkan mereka yang lemah termarginalkan dari kancah sosial. Perdagangan manusia atau perbudakan menjadi hal yang biasa khususnya bagi mereka para tawanan perang.
Dalam perekonomian, masyarakat Makkah menganut sistem kapitalis (istilah sekarang). Dalam praktik ekonomi, riba menjadi hal yang biasa. Mereka menjadi rentenir yang lemah dan menggandakan nilai atau nominal uang dalam pinjaman. Para rentenir meminjamkan uangnya dengan tingkat bunga yang tinggi, dan ketika si peminjam tidak mampu mengembalikan pada hari yang ditentukan, maka uang tersebut akan dilipat gandakan dan begitu seterusnya. Jika tidak membayar uang pinjaman dan bunganya, pemberi pinjaman terkadang mengambil hak atas istri dan anaknya.
Pendidikan dagang Nabi lebih bersifat praktis, beliau terjun langsung di lapangan menyertai pamannya Abu Thalib. Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa pertama kali beliau menyertai Abu Thalib dalam kafilah dagang dari Makkah ke Syria pada usia sembilan tahun. Dan dalam sumber lain disebutkan beliau sudah berumur dua belas tahun kala itu. Kalau dilihat dari sejarahnya, beliau lebih lama menjadi pedagang dari pada menjadi pemimpin dan penyebar Islam yang berawal pada usia empat puluh tahun. Sementara beliau menjadi pedagang sekitar duapuluh delapan tahun. Dari sini dapat diketahui begitu lama beliau menjadi pedagang dan sukses dalam segala hal.
Ketika menyertai pamannya, Nabi Muhammad banyak melihat dan mendengarkan berbagai putaran konsultasi dan diskusi di mana pamannya ambil bagian. Beliau mulai mengenal rute, komunikasi dengan konsumen, bagaimana memperlakukan unta juga bersikap dan berbagai hal terkait perdagangan yang diperankan pamannya dan kafilah dagangnya. Beliau yang terjun langsung dan sesekali membantu Abu Thalib lebih mudah memahami seluk beluk dagang daripada berkutat dengan teori-teori tanpa ada praktik di lapangan.
Kemampuan dagang Nabi Muhammad mulai diakui dengan pemberian kepercayaan pedagang kaya Siti Khadijah kepada beliau sebagai pemimpin kafilah dagangnya yang bertolak ke Syiria. Beliau melakukan perdagangan dengan bijaksana dan penuh rasa tanggung jawab. Tidak seperti orang-orang Makkah pada umumnya yang penuh kecurangan dalam memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Sehingga setelaah pulang beliau membawa keuntungan yang lebih besar dari biasanya dan barang-barang yang dibutuhkan untuk diperdagangkan kembali di Makkah. Di antara hal yang membuat beliau sukses dalam berdagang adalah; Menguasai seluk beluk pasar, komitmen, slektifitas memilih komoditas, kerja keras, keterampilan komunikasi, service yang baik, leadership dan lain-lain.



DAFTAR PUSTAKA

1.                   M. Djaelani, Bisri. 2004. Sejarah Nabi Muhammad SAW. Buana Pustaka; Yogyakarta.
2.                   Munir. 2005. Sirah Nabi Muhammad SAW (terjemahan The Life Muhammad karya Prof Abdul Hamid Siddiqi). Penerbit Marja; Bandung.
3.                   Asnawi. 2007. Biografi Muhammad (terjemahan The Prophet Muhammad karya Barnaby Rogerson). Diglossia Media Group; Jogjakarta.
4.                   Haeshem, Fuad. 1992. Sirah Muhammad Rasulullah Kurun Makkah Suatu Penafsiran Baru. Mizan; Bandung.
5.                   Nurhakim, Muhammad. 2004. Sejarah dan Peradaban Islam. UMM Press; Malang.


Penyebab "Keringat Jagung" Muncul di Hidung dan di Atas Bibir

Penyebab "Keringat Jagung" Muncul di Hidung dan di Atas Bibir



Dok, kenapa ya di hidung dan daerah atas bibir selalu muncul keringat jagung besar-besar? Meskipun saya tidak sedang capek, tidak sedang olahraga, atau bekerja hanya diam saja, keringat jagung itu tetap keluar. Bermake-up pun saya jadi repot karena make-up selalu terhapus oleh keringat tersebut. Apakah penyebabnya dan bagaimana saya bisa menghentikan produksi keringat jagung tersebut?
Aira, 20 tahun

Jawab:
Hai Aira,

Keringat berlebihan (excessive sweating) atau hiperhidrosis dapat terjadi saat temperatur tubuh tidak tinggi dan saat tidak sedang olahraga. Localized Hyperhidrosis, adalah keringat yang berlebihan yang terjadi pada bagian tertentu di tubuh seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, bagian wajah, kening, hidung, lipatan bibir bagian atas, dan kening.

Berkeringat adalah mekanisme untuk mendinginkan tubuh. Sistem saraf secara otomatis memicu kelenjar keringat ketika temperatur tubuh meningkat. Pada hiperhidrosis, saraf aktif secara berlebihan memicu kelenjar-kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh meskipun tidak diperlukan. Masalah ini semakin buruk ketika seseorang sedang stres atau panik.

Hiperhidrosis bisa disebabkan oleh beberapa hal: 
1. Konsumsi obat-obatan tertentu
2. Menopause 
3. Rendahnya kadar gula darah
4. Aktifnya kelenjar tiroid secara berlebihan
5. Serangan jantung

Ada beberapa cara pengobatan untuk keringat berlebihan, di antaranya:
1. Menggunakan antiperspirant yang diberikan oleh dokter
2. Penyuntikan Botulinum Toxin (Botox) yang biasa digunakan untuk menghilangkan kerutan di wajah. Botox juga dapat memblok saraf yang mengaktifkan kelenjar keringat sehingga produksi keringat berkurang
3. Operasi pembedahan untuk menghilangkan kelenjar keringat seperti liposuction melalui teknik sayatan kecil. 

Delapan Makanan Beracun yang Ternyata Kita Makan

Delapan Makanan Beracun yang Ternyata Kita Makan


Salah satu keuntungan besar hidup pada zaman ini adalah kita tampaknya memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai makanan. Bukan berarti kita selalu berada di arah yang benar (kita tetap masih makan junk food dan sejenisnya yang merusak tubuh) tetapi paling tidak, kita tahu mana yang boleh dimakan mana yang tidak. 

Menariknya, hingga kini kita masih memakan makanan beracun, seperti yang ada di daftar berikut ini:

Meskipun insting kita yang paling mendasar ditujukan untuk bertahan hidup, kita masih tetap saja memakan makanan beracun, atau sebagian dari makanan tersebut. Jika Anda meragukan apa yang kami katakan, pertimbangkanlah makanan-makanan berikut ini.




1. Kacang lima
Seperti kebanyakan keluarga kacang-kacangan, kacang lima yang tampak biasa-biasa saja sebaiknya jangan dimakan mentah karena dapat mematikan. (Dan siapa pula yang ingin mati dengan cara yang begitu tidak terhormat karena kacang lima?)

Kacang yang juga dikenal dengan nama kacang mentega ini mengandung kadar sianida yang tinggi, yang merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tumbuhan ini. Di Amerika Serikat ada batasan kadar sianida yang ada dalam berbagai varietas kacang lima yang dijual di pasaran, namun tidak demikian di negara-negara yang kurang maju, dan banyak orang dapat menjadi sakit jika memakan kacang ini. Meskipun demikian, kacang lima harus dimasak hingga benar-benar matang, dan jangan ditutup agar racun dapat keluar dalam bentuk gas. Dan juga, buang airnya agar tetap aman.



2. Ikan buntal
Siapa saja yang pernah makan ikan buntal pasti pemberani. (Dan kemungkinan besar akan tewas setelahnya.) Hampir semua jenis ikan buntal mengandung zat tetrodotoksin, racun yang 1.200 kali lebih mematikan dari sianida. Racun dari satu ekor ikan buntal dapat menewaskan 30 orang, dan tidak ada penawarnya.
 
Namun banyak orang mengonsumsinya. Di Jepang ikan ini disebut fugu, dan daging ikan buntal merupakan hidangan sangat mahal yang disajikan oleh juru masak berlisensi khusus. Meskipun begitu, menurut data pemerintah Jepang, 23 orang tewas dari 338 kasus keracunan ikan buntal di Jepang dari tahun 2000 hingga 2009.

Leher Kesemutan, Tanda Kolesterol Tinggi?

Leher Kesemutan, Tanda Kolesterol Tinggi?



Beberapa hari yg lalu, saya makan bebek goreng. Setelah itu, satu jam kemudian kepala saya sakit sekali dan leher terasa kesemutan. Apakah ini gejala kolesterol? Apakah kolesterol bisa menyerang remaja? Apa saja gejala-gejala awal kolesterol tinggi dan makanan apa yang harus dihindari supaya tidak kena kolesterol?
Rizka, 18 tahun

Jawab:
Hai Rizka,

Kolesterol adalah suatu substansi normal yang harus berada dalam tubuh. Kolesterol dibutuhkan untuk cadangan energi dan menjaga keutuhan sel-sel tubuh. Namun ketika kolesterol dikonsumsi berlebihan (kolestrol LDL atau kolestrol Jahat), banyak sekali permasalahan yang akan timbul. Salah satunya adalah penumpukan plak di saluran pembuluh darah, yang berpotensi merusak organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut, karena asupan darah dan energi yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut menjadi berkurang.

Tidak ada gejala fisik yang ditimbulkan oleh kelebihan kolesterol jahat, namun gejala biasanya muncul untuk penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan kelebihan kolesterol, misalnya penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Yang harus diingat adalah, kelebihan kolestrol bukanlah penyakit. Namun apabila kadar kolestrol jahat dalam darah tinggi sekali, ini akan meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut. Kolestrol tinggi juga dapat menyebabkan hipertensi, karena meningkatnya tekanan resistensi pembuluh darah.

Makanan gorengan yang menggunakan minyak yang dipakai terus menerus harus dikurangi. Banyaklah berolahraga untuk meningkatkan kolestrol baik (HDL) yang dapat membantu mencegah pembentukan plak yang bertanggung jawab dalam penyempitan di pembuluh darah. Perbanyak makanan tinggi serat dan yang mengandung antioksidan untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dan organ. Daging sirloin dan kuning telur juga harus dikurangi.

Karena Anda masih berumur 18 tahun, jangan sampai malah jadi menghindari makanan tersebut sama sekali. Tidak apa-apa tetap dikonsumsi, namun tetap dijaga porsinya sehingga cukup nutrisi, kolestrol, karbohidrat, vitamin, serat, dan kalori, dan perkembangan tubuh Anda dapat optimal dan tidak berlebihan. Lakukan olah raga teratur minimal tiga kali seminggu dan 30 menit sehari. 

Anda dapat mencoba mencari informasinya di Meetdoctor tentang bagaimana mengatur pola makan yang kaya nutrisi, seimbang, dan bebas kolesterol.